Dewa Rama, Avatar Ideal Wisnu

Dewa Rama, Avatar Ideal Wisnu
Judy Hall

Rama, avatar (penjelmaan) yang sempurna dari Pelindung Tertinggi, Wisnu, adalah favorit sepanjang masa di antara dewa-dewa Hindu. Simbol ksatria dan kebajikan yang paling populer, Rama - menurut Swami Vivekananda - adalah "perwujudan dari kebenaran, moralitas, anak yang ideal, suami yang ideal, dan yang terpenting, raja yang ideal."

Sosok Sejarah yang Nyata

Sebagai inkarnasi ketujuh dari Dewa Wisnu, Rama dikatakan telah lahir di bumi untuk memusnahkan kekuatan jahat pada zaman itu. Dia secara luas diyakini sebagai tokoh sejarah yang sebenarnya - "pahlawan suku India kuno" - yang eksploitasi membentuk epik Hindu yang hebat Ramayana (The Romance of Rama), yang ditulis oleh penyair Sansekerta kuno, Valmiki.

Umat Hindu percaya bahwa Rama hidup pada zaman Treta Yug - salah satu dari empat zaman besar. Namun menurut para sejarawan, Rama tidak terlalu didewakan hingga abad ke-11 M. Penceritaan kembali epik Sansekerta yang luar biasa oleh Tulsidas ke dalam bahasa sehari-hari yang dikenal dengan nama Ramcharitmanas sangat meningkatkan popularitas Rama sebagai dewa Hindu dan memunculkan berbagai kelompok pemujaan.

Ram Navami: Ulang Tahun Rama

Ramnavami merupakan salah satu perayaan terpenting bagi umat Hindu, khususnya bagi sekte Vaishnava. Pada hari yang penuh berkah ini, para penyembah mengulangi nama Rama di setiap tarikan napas dan bersumpah untuk menjalani kehidupan yang benar. Orang-orang berdoa untuk mencapai kebahagiaan hidup melalui pengabdian yang mendalam kepada Rama dan memohon berkah serta perlindungannya.

Cara Mengidentifikasi Rama

Bagi banyak orang, Rama hampir tidak berbeda dengan Dewa Wisnu atau Krishna. Ia paling sering digambarkan sebagai sosok yang berdiri, dengan panah di tangan kanannya, busur di tangan kirinya dan busur di punggungnya. Patung Rama juga biasanya disertai dengan patung istrinya Sita, saudaranya Laksmana dan monyet legendaris, Hanuman. Ia digambarkan dengan perhiasan pangeran dengan 'tilak' atau tanda didahi, dan memiliki warna kulit yang gelap, hampir kebiruan, yang menunjukkan kedekatannya dengan Wisnu dan Krishna.

Perbandingan Dengan Dewa Krishna

Meskipun Rama dan Krishna, keduanya merupakan inkarnasi Wisnu, hampir sama populernya di kalangan umat Hindu, Rama dipandang sebagai pola dasar kebenaran dan kebajikan yang paling dicari dalam hidup, berbeda dengan Krishna yang suka berselingkuh dan berbuat jahat.

Mengapa "Shri" Rama?

Awalan "Shri" pada Rama menunjukkan bahwa Rama selalu dikaitkan dengan "Shri" - esensi dari empat Weda. Mengucapkan namanya ("Ram! Ram!") ketika menyapa seorang teman, dan memohon Rama pada saat kematian dengan mengucapkan "Ram Naam Satya Hai!", menunjukkan bahwa kepopulerannya melebihi Krishna. Akan tetapi, kuil-kuil Krishna di India sedikit lebih banyak daripada kuil-kuil Rama dan penyembah kera,Hanuman.

Lihat juga: Perempuan di Sumur - Panduan Belajar Cerita Alkitab

Pahlawan dari Epos Besar India, 'Ramayana'

Salah satu dari dua epos besar India, 'Ramayana' didasarkan pada kisah Rama. Ketika Rama, istri dan saudara laki-lakinya berada di pengasingan, menjalani kehidupan yang sederhana namun bahagia di hutan, tragedi pun terjadi!

Sejak saat itu, plotnya berkisar pada penculikan Sita oleh raja iblis Rahwana, penguasa Lanka berkepala sepuluh, dan pengejaran Rama untuk menyelamatkannya, dibantu oleh Laksmana dan jenderal monyet yang perkasa, Hanuman. Sita ditawan di pulau itu ketika Rahwana mencoba membujuknya untuk menikah dengannya. Rama mengumpulkan pasukan sekutu yang sebagian besar terdiri dari para kera di bawah Hanuman yang gagah berani. Mereka menyerangPasukan Rahwana, dan setelah pertempuran sengit, berhasil membunuh raja iblis dan membebaskan Sita, menyatukannya kembali dengan Rama.

Raja yang menang kembali ke kerajaannya saat bangsa ini merayakannya dengan festival cahaya - Diwali!

Lihat juga: Lagu-lagu Kristen dan Injil untuk Hari Ayah Kutip Artikel ini Format Kutipan Anda Das, Subhamoy. "Dewa Rama: Avatar yang Ideal." Learn Religions, 5 April 2023, learnreligions.com/lord-rama-the-ideal-avatar-1770302. Das, Subhamoy. (2023, April 5, 2023). Dewa Rama: Avatar yang Ideal. Diunduh dari //www.learnreligions.com/lord-rama-the-ideal-avatar-1770302 Das, Subhamoy. "Dewa Rama: Avatar yang Ideal." Learn Religions.//www.learnreligions.com/lord-rama-the-ideal-avatar-1770302 (diakses pada 25 Mei 2023). salin kutipan



Judy Hall
Judy Hall
Judy Hall adalah seorang penulis, guru, dan ahli kristal yang terkenal secara internasional yang telah menulis lebih dari 40 buku dengan topik mulai dari penyembuhan spiritual hingga metafisika. Dengan rentang karir lebih dari 40 tahun, Judy telah menginspirasi banyak orang untuk terhubung dengan diri spiritual mereka dan memanfaatkan kekuatan kristal penyembuhan.Karya Judy diinformasikan oleh pengetahuannya yang luas tentang berbagai disiplin spiritual dan esoteris, termasuk astrologi, tarot, dan berbagai modalitas penyembuhan. Pendekatan uniknya terhadap spiritualitas memadukan kearifan kuno dengan sains modern, memberi pembaca alat praktis untuk mencapai keseimbangan dan harmoni yang lebih besar dalam hidup mereka.Ketika dia tidak sedang menulis atau mengajar, Judy dapat ditemukan berkeliling dunia untuk mencari wawasan dan pengalaman baru. Semangatnya untuk eksplorasi dan pembelajaran sepanjang hayat terlihat jelas dalam karyanya, yang terus menginspirasi dan memberdayakan para pencari spiritual di seluruh dunia.